Skip to main content

Lab 8.14 Konfigurasi Userdir pada Nginx di Centos7

Assalamu'alaikum wr.wb

Pada kali ini ane ingin share cara Konfigurasi Userdir pada Nginx. Userdir ini berguna untuk meng-share direktori yang dimiliki oleh user tertentu yang dikelolanya. Misalnya seperti hosting saja. Pengguna hosting mengelola suatu direktori dengan sebuah user yang diberikan oleh provider hosting untuk mengelola websitenya. Jadi itu adalah gambarannya. Namun disini saya masih belum mendapat ilmu untuk penerapan userdir dalam hosting. Jadi saya hanya memberikan level dasarnya saja.
Web Userdir ini dapat diakses dengan mengetikkan www.domain.com/~namauser/ Itu adalah defaultnya. Untuk konfigurasinya seperti berikut ini.

Install httpd-tools terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk membuka firewall httpd
yum -y install httpd-tools
Buat user beserta passwordnya. Nantinya user ini yang akan digunakan untuk mengakses web userdir.


Untuk konfigurasinya sedikit, hanya menambahkan 4 baris script didalam block server pada konfigurasi nginx. Anda bisa meletakkannya di konfigurasi default nginx atau di dalam virtualhost juga bisa.


Block location ~ ^/~(.+?)(/.*)?$ berguna untuk menambahkan direktori home suatu user agar dapat diakses pada web. Diaksesnya dengan mengetikkan http://domain/~user/  script ^/~(.+?)(/.*)?$ merupakan regular expressions yang menunjukkan sebuah user
alias /home/$1/public_html$2 berguna untuk pengganti lokasi yang ditentukan, jadi alias pada konfigurasi disini berguna untuk menggantikan konten dari direktori yang seharusnya diletakkan di ~user menjadi /home/$1/public_html$2. $1 disana menunjukkan semua user yang ada pada server, dan public_html merupakan direktori didalam /home/user.
index index.html index.htm berguna untuk mendefinisikan file index yang digunakan, disini saya hanya mengizinkan file index.html saja, belum index dengan format lainnya seperti .pl atau .php dan lainnya, kalau anda ingin menambahkan index tersebut, pastikan sudah terinstall dependencies yang diperlukan
autoindex on merupakan module yang memproses yang berakhiran dari karakter slash ('/')

Disini saya melanjutkan lab sebelumnya, saya meletakkannya untuk menerapkannya pada virtualhost di /etc/nginx/conf.d/vhost.conf.

Nah untuk penempatannya, disini saya membuat userdir untuk web www.alhudsf.com, penempatannya seperti dibawah ini, diletakkan dibawah server_name


Restart nginx agar konfigurasi baru berjalan


Buat direktori public_html pada user yang akan diaktifkan fitur userdir, kemudian ubah permission, kepemilikan, dan ubah selinux securitu context secara rekursif terhadap direktori /home/user/public_html.


 mkdir /home/ali/public_html berguna untuk membuat direktori public_html pada /home/ali yang akan dugunakan sebagai direktori konten

chmod 711 /home/ali berguna untuk memberikan akses execute pada group ali dan other user. Jadi agar semua orang dapat melihat file yang merupakan konten dari userdir yang telah dieksekusi oleh httpd untuk ditampilkan menjadi konten web (hanya untuk direktori yang telah diberikan akses read terhadap other user).

chown ali:ali /home/ali/public_html berguna untuk mengubah kepemilikan direktori public_html menjadi milik user dan grup ali. Hal ini dilakukan karena pada saat pembuatan direktori public_html dalam shell root user. Jadi otomatis direktori yang telah dibuat adalah milik dari user dan grup yang membuatnya.

chmod 755 /home/ali/public_html berguna untuk memberikan akses read dan execute terhadap semua user. Direktori ini diberikan akses execute agar dapat di eksekusi service httpd untuk melayani request userdir.

chcon –R –t httpd_sys_content_t /home/ali/public_html berguna untuk mengubah selinux security context terhadap direktori /home/ali//public_html secra rekursif atau keseluruhan berikut isi didalamnya agar dapat diakses http sebagai direktori yang berisi konten website.

Buat file index.untuk pengujian
vi /home/ali/public_html/index.html
Kemudian saya mengisikan filenya seperti ini


Atur selinux Boolean agar klien dapat diizinkan mengakses userdir


Buka web userdir anda dengan mengetikkan http://domain/~user pada browser


Sekian Semoga Bermanfaat
loading...

Comments

Popular posts from this blog

Lab 8.8 Konfigurasi Log Analyzer Visited Pages dengan Awstats di Apache pada Centos7

Assalamu’alaikum wr.wb Pada kali ini ane ingin share cara monitoring dengan awstats. Awstats adalah sebuah tools untuk memantau visited pages pada webserver. Langsung saja kita konfigurasi 1. Install epel, karena awstats ini tidak ada pada repository centos, tetapi ada pada epel. Caranya adalah seperti dibawah ini   2. Kemudian install awstats 3. Awstats ini secara default membuat konfigurasi sesuai dengan hostname. Jika tidak sesuai Antara hostname dan web yang akan dibuatkan halaman awstatsnya, maka rename konfigurasi yang ada sesuai hostname menjadi nama domain anda tanpa menghilangkan format yang ada. [root@ct-ali ~]# mv /etc/awstats/awstats.ct-ali.alisofyan.com.conf /etc/awstats/awstats.www.alisofyan.com.conf 4. Konfigurasi awstats untuk webserver yang telah diatur [root@ct-ali ~]# vi /etc/awstats/awstats.www.alisofyan.com.conf Sesuaikan konfigurasi seperti dibawah ini dengan keadaan anda  dan ...

Merepresentasikan Algoritma dengan Flowchart dan Pseudocode

  Merepresentasikan Algoritma dengan Flowchart Flowchart adalah jenis diagram (grafis tau simbolik) yang mewakili suatu algoritma atau proses-proses tertentu. Setiap langkah dalam algoritma diwakili oleh simbol yang sama atau berbeda dan berisi penjelasan singkat setiap langkah. Flowchart merepresentasikan algoritma dalam bentuk desain, simbol dan dijadikan dokumentasi dan kemudian dituangkan menjadi kode-kode program. Sebelum membuat flowchart, kita harus memahami unsur flowchart sebagai berikut : Input Percabangan ( biasanya menggunakan perintah if dan switch) Perulangan ( biasanya menggunakan perintah atau kode while, for, loop, each ) Output Flowchart biasanya digambar menggunakan beberapa simbol standar, namun tidak menutup opsi lain untuk menyertakan simbol-simbol di luar standar untuk digunakan jika memang diperlukan simbol tersebut di desain yang kita buat. Berikut ini simbol – simbol yang biasa digunakan dalam flowchart. Simbol simbol diatas adalah simbol dasar yang diguna...

Contoh Soal Membuat Algoritma Pseudocode dan Flowchart.

  Sebuah Angka Acak 3, 1, 4, 2. Buatlah algoritma yang direpresentasikan dalam bentuk flowchart dan pseudocode untuk mengurutkan data tersebut. Pseudocode start //definisikan varriabel: int Data [] ← {3,1,4,2} int i,j,hasil //print Data elemen sebelum diurut: for (i ← 0; i < Data.jumlahdata; i← i+1) Cetak i //proses pengurutan dan perbandingan data: for (i ← 0; i<jumlahElemen(**Data**); i←i+1 for (j ← 0; j<jumlahElemen(**Data**); j←j+1) //pengecekan angka lebih besar / lebih kecil: if (Data[i] < Data[j]) hasil ← Data[i] Data[i]←Data[j] Data[j] ← hasil //Print hasil pengurutan: for (j ← 0; j < jumlahElemen(**Data**); j ←j+1) print j Finish Flowchart
loading...